Rabu, 24 Oktober 2012

Wisata pulau jemur Riau

Pulau Jemur terletak lebih kurang 45 mil dari ibukota Kabupaten Rokan Hilir, Bagan Siapi-api, dan 45 mil dari negara tetangga yakni Malaysia, sedangkan Propinsi Sumatera Utara merupakan propinsi yang terdekat dari Pulau Jemur. Pulau Jemur sebenarnya merupakan gugusan pulau-pulau yang terdiri dari beberapa buah pulau antara lain, Pulau Tekong Emas, Pulau Tekong Simbang, Pulau Labuhan Bilik serta pulau-pulau kecil lainnya.



Pulau-pulau yang terdapat di Pulau Jemur ini berbentuk lingkaran sehingga bagian tengahnya merupakan laut yang tenang. Pada musim angin barat laut tiba, gelombang di Selat Malaka sangat besar sehingga biasanya nelayan-nelayan yang sedang menangkap ikan disekitar perairan Pulau Jemur ini berlindung di bagian tengah Pulau Jemur yang terdapat air laut yang tenang. Setelah gelombang laut mengecil atau badai berkurang barulah para nelayan keluar untuk memulai aktivitas menangkap ikan kembali. Pulau Jemur memiliki pemandangan dan panorama alam yang indah, selain itu Pulau Jemur ini amat kaya dengan hasil lautnya, disamping penyu-penyu tersebut naik ke pantai dan bertelur, penyu tersebut menyimpang telurnya di bawah lapisan pasir-pasir pantai, satwa langka ini dapat bertelur 100 sampai 150 butir setiap ekornya. Selain itu Pulau Jemur juga terdapat beberapa potensi wisata lain diantaranya adalah Goa Jepang, Menara Suar, bekas tapak kaki manusia, perigi tulang, sisa-sisa pertahanan Jepang, batu Panglima Layar, Taman Laut dan pantai berpasir kuning emas.

sumber :  http://indonesia-tourismm.blogspot.com/2011/09/wisata-pulau-jemur-riau.html

10 Pantai Terindah Dunia


10 pantai terindah dunia berikut ini dapat menjadi referensi untuk berwisata. Laut dan pantai adalah dua elemen yang tidak dapat terpisahkan. Kita dapat menemui pantai yang indah, menakjubkan di seluruh belahan bumi. Kualitas air yang baik, pasir yang bersih, pancaran sinar matahari, lingkungan yang bersih dan asri adalah unsur-unsur yang harus dipenuhi agar dapat disebut sebagai surga pantai. Kali ini Top10 akan menyajikan 10 daftar pantai terindah di dunia.
10 pantai terindah dunia

10. Pantai Senggigi, Indonesia

Daftar 10 pantai terindah dunia diawali dengan Pantai Senggigi di Indonesia yang terletak di Pulau Lombok. Sebagai negara maritim, tentunya Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang membentang dari Sabang hingga Merauke. Tidak heran pula Indonesia memiliki pantai-pantai yang indah menawan yang menjadi tujuan para wisatawan baik asing maupun domestik. Pantai Senggigi salah satunya, pantai ini salah satu pantai terindah di Indonesia dengan pasir putihnya yang berkilauan diterpa sinar matahari, terumbu karang yang indah sangat mendukung untuk kegiatan snorkling, ombak yang tidak begitu besar dan karang-karang yang berdiri masif yang sesekali dihantam ombak. Dan yang menambah indah adalah sejauh mata memandang background Gunung Agung berdiri menjulang dengan kokohnya dan akan lebih indah dikala matahari tenggelam.
pantai senggigi - 10 pantai terindah dunia

9. Tulum, Mexico

Pantai Tulum adalah salah satu pantai terindah dunia yang berada di Mexico. Pantai ini dihiasi dengan sisa-sisa reruntuhan bangsa Maya Kuno yang berdiri tahun 250 M, sepanjang garis pantai Tulum di Yucatan Peninsula, Laut Karibia. Selain dapat menikmati keindahan laut dan pantai, kita juga dapat mengagumi arsitektur peninggalan sejarah. Kini disekitar Pantai Tulum telah banyak berdiri pondok-pondok, resor serta bangunan-bangunan pendukung pariwisata yang sebetulnya sedikit banyak telah merusak kesan alami dari pantai yang indah ini.
Tulum Beach - 10 pantai terindah dunia

8. Bavaro, Republik Dominika

Pantai Bavaro adalah pantai terindah dunia selanjutnya yang terletak di Republik Dominica. Pantai ini garis pantai yang panjang, sejauh mata memandang hanya ada laut yang biru dan pasir putih yang indah serta pohon kelapa yang melambai menambah kesan paradise yang kental.
Bavaro Beach, Rep Dominika - 10 pantai terindah dunia

7. Matira Beach, Bora-Bora, Tahiti, Polinesia, Perancis

Pantai Matira yang terletak di Bora Bora Tahiti Perancis adalah pantai terindah dan terbaik dunia selanjutnya. Banyak spot-spot yang indah seperti resor-resor, guest house yang berada di sekitar laguna.
Matira Beach, Bora Bora, Tahiti, Perancis - 10 pantai terindah dunia

6. Nissi Beach, Cyprus

Nissi Beach adalah pantai terindah dunia selanjutnya yang terletak di Cyprus. Banyak yang menyebut Pantai Nissi sebagai oase yang sangat tepat untuk berelaksasi, karena selain pantai dan pasir putihnya yang indah terdapat juga taman tropis yang rimbun dan menyejukkan.
Nissi Beach, Cyprus - 10 pantai terindah dunia

5. Whitehaven, Australia

Whitehaven Beach adalah pantai terindah dunia yang terletak di Australia. Pantai ini memiliki pasir putih yang indah dan menjadi kebanggaan warga Australia. Pantai ini terkenal dengan kebersihannya, banyak peraturan yang bertujuan untuk menjaga pantai ini tetap bersih dan indah salah satunya adalah dilarang merokok di area pantai dan tidak diizinkan membawa anjing peliharaan bahkan anjing liarpun dilarang masuk. Sehingga tidak heran jika CNN menamai pantai ini sebagai Eco Friendly Beach pada tahun 2010.
Whitehaven, Australia - 10 pantai terindah dunia

4. Ari Atoll, Maldives

Ari Atoll adalah pantai terindah dunia selanjutnya yang terletak Maladewa atau Maldives. Pantai ini mengelilingi sebuah atol, yaitu sebuah pulau karang yang juga mengelilingi laguna pada sebagian atau seluruh bagian dari laguna tersebut. Banyak bagian dari pantai ini yang sangat menakjubkan, salah satunya adalah surganya bagi para diver karena memiliki kualitas diving yang tinggi.
Ari Atoll, Maldives - 10 pantai terindah dunia

3. Maya Beach, Phi Phi Island, Thailand

Ini dia pantai yang terkenal dengan keindahan alaminya, Maya Beach, yang terletak di kepulauan Phi Phi, Thailand. Pantai ini dulunya sangat alami bagaikan mutiara tersembunyi dan belum tersentuh oleh modernitas. Maya Beach populer sejak dipilih menjadi lokasi pembuatan film The Beach yang dibintangi oleh aktor terkenal, muda dan bersinar, Leonardo Di Caprio. Pantai yang dahulunya sepi pengunjung dan tidak banyak yang tahu, kini banyak para wisatawan yang mendatangi Maya Beach.
Maya Beach, pulau Phi Phi, Thailand - 10 pantai terindah dunia

2. Lanikai, Hawaii

Hawaii identik dengan pantai dan laut, semua orang yang gila pantai ingin pergi kesana. Lanikai Beach adalah salah satu pantai terindah dunia yang terletak di Oahu, Hawaii. Pantai ini milik publik dan tidak dikelola oleh pemerintah setempat sehingga tidak tersedia fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata seperti area parkir pengunjung, toilet dan mandi bahkan penjaga pantai, tetapi tidak mengurangi keindahan pantai ini. Pantai Lanikai ramai dikunjungi pada hari-hari libur dan hari-hari biasa pantai yang indah ini terlihat lengang sehingga kita dapat leluasa menikmati keindahan pantai ini.
Lanikai Beach, Hawaii - 10 pantai terindah dunia

1. Pink Sands, Bahamas

Kepulauan Bahamas tidak diragukan lagi memiliki tempat-tempat pariwisata yang eksotik, indah dan menakjubkan, salah satu yang dimilikinya adalah Pink Sands Beach Bahamas. Pantai ini merupakan pantai terindah dunia bagaikan surga. Pantai ini terletak di sisi Samudra Atlantik. Warna merah muda pasir pantai ini berasal dari serangga karang mikroskopis yang memiliki cangkang merah muda yang disebut foraminifera, sehingga pasir pantai ini memantulkan warna merah muda, seperti nama pantai tersebut, Pink Sands. Pantai ini menjadi favorit para pasangan untuk melakukan foto prewedding dan populer sebagai tempat untuk ber honey moon.


Pink Sands, Bahamas - 10 pantai terindah dunia


sumber : http://top10.web.id/hiburan/10-pantai-terindah-dunia

Selasa, 16 Oktober 2012

KOMPOSIT SERBUK KAYU PLASTIK DAUR ULANG : TEKNOLOGI ALTERNATIF PEMANFAATAN LIMBAH KAYU DAN PLASTIK

Oleh: Dina Setyawati
Email: d.setyawati@eudoramail.com

PENDAHULUAN

Karena sifat dan karakteristiknya yang unik, kayu merupakan bahan yang paling banyak digunakan untuk keperluan konstruksi. Kebutuhan kayu yang terus meningkat dan potensi hutan yang terus berkurang menuntut penggunaan kayu secara efisien dan bijaksana, antara lain dengan memanfaatkan limbah berupa serbuk kayu menjadi produk yang bermanfaat. Di lain pihak, seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Limbah plastik merupakan bahan yang tidak dapat terdekomposisi oleh mikroorganisme pengurai (non biodegradable), sehingga penumpukkannya di alam dikhawatirkan akan menimbulkan masalah lingkungan.

Perkembangan teknologi, khususnya di bidang papan komposit, telah menghasilkan produk komposit yang merupakan gabungan antara serbuk kayu dengan plastik daur ulang. Teknologi ini berkembang pada awal 1990-an di Jepang dan Amerika Serikat. Dengan teknologi ini dimungkinkan pemanfaatan serbuk kayu dan plastik daur ulang secara maksimal, dengan demikian akan menekan jumlah limbah yang dihasilkan. Di Indonesia penelitian tentang produk ini sangat terbatas, padahal bahan baku limbah potensinya sangat besar.

Tulisan ini akan memaparkan secara singkat mengenai potensi dan pemanfaatan limbah kayu, khususnya serbuk kayu, dan limbah plastik sebagai produk komposit serbuk kayu-plastik daur ulang.


POTENSI DAN PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK KAYU

Kebutuhan manusia akan kayu sebagai bahan bangunan baik untuk keperluan konstruksi, dekorasi, maupun furniture terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Kebutuhan kayu untuk industri perkayuan di Indonesia diperkirakan sebesar 70 juta m3 per tahun dengan kenaikan rata-rata sebesar 14,2 % per tahun sedangkan produksi kayu bulat diperkirakan hanya sebesar 25 juta m3 per tahun, dengan demikian terjadi defisit sebesar 45 juta m3 (Priyono,2001). Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya daya dukung hutan sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan kayu. Keadaan ini diperparah oleh adanya komversi hutan alam menjadi lahan pertanian, perladangan berpindah, kebakaran hutan, praktek pemanenan yang tidak efisen dan pengembangan infrastruktur yang diikuti oleh perambahan hutan. Kondisi ini menuntut penggunaan kayu secara efisien dan bijaksana, antara lain melalui konsep the whole tree utilization, disamping meningkatkan penggunaan bahan berlignoselulosa non kayu, dan pengembangan produk-produk inovatif sebagai bahan bangunan pengganti kayu.

Patut disayangkan, sampai saat ini kegiatan pemanenan dan pengolahan kayu di Indonesia masih menghasilkan limbah dalam jumlah besar. Purwanto dkk, (1994) menyatakan komposisi limbah pada kegiatan pemanenan dan industri pengolahan kayu adalah sebagai berikut :

1. Pada pemanenan kayu, limbah umumnya berbentuk kayu bulat, mencapai 66,16%

2. Pada industri penggergajian limbah kayu meliputi serbuk gergaji 10,6&. Sebetan 25,9% dan potongan 14,3%, dengan total limbah sebesar 50,8% dari jumlah bahan baku yang digubakan

3. Limbah pada industri kayu lapis meliputi limbah potongan 5,6%, serbuk gergaji 0,7%, sampah vinir basah 24,8%, sampah vinir kering 12,6% sisa kupasan 11,0% dan potongan tepi kayu lapis 6,3%. Total limbah kayu lapis ini sebesar 61,0% dari jumlah bahan baku yang digunakan.

Data Departemen Kehutanan dan Perkebunan tahun 1999/2000 menunjukkan bahwa produksi kayu lapis Indonesia mencapai 4,61 juta m3 sedangkan kayu gergajian mencapai 2,06 juta m3. Dengan asumsi limbah yang dihasilkan mencapai 61% maka diperkirakan limbah kayu yang dihasilkan mencapai lebih dari 5 juta m3 (BPS, 2000).

Limbah kayu berupa potongan log maupun sebetan telah dimanfaatkan sebagai inti papan blok dan bahan baku papan partikel. Adapun limbah berupa serbuk kergaji pemanfaatannya masih belum optimal. Untuk industri besar dan terpadu, limbah serbuk kayu gergajian sudah dimanfaatkan menjadi bentuk briket arang dan arang aktif yang dijual secara komersial. Namun untuk industri penggergajian kayu skala industri kecil yang jumlahnya mencapai ribuan unit dan tersebar di pedesaan, limbah ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagai contoh adalah pada industri penggergajian di Jambi yang berjumlah 150 buah yang kesemuanya terletak ditepi sungai Batanghari, limbah kayu gergajian yang dihasilkan dibuang ke tepi sungai tersebut sehingga terjadi proses pendangkalan dan pengecilan ruas sungai (Pari, 2002). Pada industri pengolahan kayu sebagian limbah serbuk kayu biasanya digunakan sebagai bahan bakar tungku, atau dibakar begitu saja tanpa penggunaan yang berarti, sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan (Febrianto,1999). Dalam rangka efisiensi penggunaan kayu perlu diupayakan pemanfaatan serbuk kayu menjadi produk yang lebih bermanfaat.


DARI LIMBAH PLASTIK KE PLASTIK DAUR ULANG

Nama plastik mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis, mekanis, dan kimia. Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. Thermoplastic dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain, sedangkan jenis thermoset bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali. Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bentuk thermoplastic.

Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastik setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan. (YBP, 1986).

Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). Di Indonesia, pemanfaatan limbah plastik dalam skala rumah tangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda, misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember. Sisi jelek pemakaian kembali, terutama dalam bentuk kemasan adalah sering digunakan untuk pemalsuan produk seperti yang seringkali terjadi di kota-kota besar (Syafitrie, 2001).

Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatu limbah plastik dapat diproses oleh suatu industri, antara lain limbah harus dalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan (biji, pellet, serbuk, pecahan), limbah harus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksidasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelum digunakan limbah plastik diproses melalui tahapan sederhana, yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya (Sasse et al.,1995).

Terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastik di Indonesia dibandingkan negara maju. Hal ini dimungkinkan karena pemisahan secara manual yang dianggap tidak mungkin dilakukan di negara maju, dapat dilakukan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja melimpah sehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan peralatan canggih yang memerlukan biaya tinggi. Kondisi ini memungkinkan berkembangnya industri daur ulang plastik di Indonesia (Syafitrie, 2001).

Pemanfaatan plastik daur ulang dalam pembuatan kembali barang-barang plastik telah berkembang pesat. Hampir seluruh jenis limbah plastik (80%) dapat diproses kembali menjadi barang semula walaupun harus dilakukan pencampuran dengan bahan baku baru dan additive untuk meningkatkan kualitas (Syafitrie, 2001). Menurut Hartono (1998) empat jenis limbah plastik yang populer dan laku di pasaran yaitu polietilena (PE), High Density Polyethylene (HDPE), polipropilena (PP), dan asoi.

PEMANFAATAN LIMBAH KAYU DAN PLASTIK SEBAGAI KOMPOSIT SERBUK KAYU PLASTIK DAUR ULANG

Komposit kayu merupakan istilah untuk menggambarkan setiap produk yang terbuat dari lembaran atau potongan–potongan kecil kayu yang direkat bersama-sama (Maloney,1996). Mengacu pada pengertian di atas, komposit serbuk kayu plastik adalah komposit yang terbuat dari plastik sebagai matriks dan serbuk kayu sebagai pengisi (filler), yang mempunyai sifat gabungan keduanya. Penambahan filler ke dalam matriks bertujuan mengurangi densitas, meningkatkan kekakuan, dan mengurangi biaya per unit volume. Dari segi kayu, dengan adanya matrik polimer didalamnya maka kekuatan dan sifat fisiknya juga akan meningkat (Febrianto, 1999).

Pembuatan komposit dengan menggunakan matriks dari plastik yang telah didaur ulang, selain dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan kayu, juga dapat mengurangi pembebanan lingkungan terhadap limbah plastik disamping menghasilkan produk inovatif sebagai bahan bangunan pengganti kayu. Keunggulan produk ini antara lain : biaya produksi lebih murah, bahan bakunya melimpah, fleksibel dalam proses pembuatannya, kerapatannya rendah, lebih bersifat biodegradable (dibanding plastik), memiliki sifat-sifat yang lebih baik dibandingkan bahan baku asalnya, dapat diaplikasikan untuk berbagai keperluan, serta bersifat dapat didaur ulang (recycleable). Beberapa contoh penggunaan produk ini antara lain sebagai komponen interior kendaraan (mobil, kereta api, pesawat terbang), perabot rumah tangga, maupun komponen bangunan (jendela, pintu, dinding, lantai dan jembatan) (Febrianto, 1999: Youngquist, 1995).
Serbuk kayu sebagai Filler

Filler ditambahkan ke dalam matriks dengan tujuan meningkatkan sifat-sifat mekanis plastik melalui penyebaran tekanan yang efektif di antara serat dan matriks (Han, 1990). Selain itu penambahan filler akan mengurangi biaya disamping memperbaiki beberapa sifat produknya.

Bahan-bahan inorganik seperti kalsium karbonat, talc, mika, dan fiberglass merupakan bahan yang paling banyak digunakan sebagai filler dalam industri plastik. Penambahan kalsium karbonat, mika dan talc dapat meningkatkan kekuatan plastik, tetapi berat produk yang dihasilkan juga meningkat sehingga biaya pengangkutan menjadi lebih tinggi. Selain itu, kalsium karbonat dan talc bersifat abrasif terhadap peralatan yang digunakan, sehingga memperpendek umur pemakaian. Penambahan fiberglass dapat meningkatkan kekuatan produk tetapi harganya sangat mahal. Karena itu penggunaan bahan organik, seperti kayu sebagai filler dalam industri plastik mulai mendapat perhatian. Di Indonesia potensi kayu sebagai filler sangat besar, terutama limbah serbuk kayu yang pemanfaatannya masih belum optimal.

Menurut Strak dan Berger (1997), serbuk kayu memiliki kelebihan sebagai filler bila dibandingkan dengan filler mineral seperti mika, kalsium karbonat, dan talk yaitu: temperatur proses lebih rendah (kurang dari 400ºF) dengan demikian mengurangi biaya energi, dapat terdegradasi secara alami, berat jenisnya jauh lebih rendah, sehingga biaya per volume lebih murah, gaya geseknya rendah sehingga tidak merusak peralatan pada proses pembuatan, serta berasal dari sumber yang dapat diperbaharui

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan serbuk kayu sebagai filler dalam pembuatan komposit kayu plastik adalah jenis kayu, ukuran serbuk serta nisbah antara serbuk kayu dan plastik. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sifat dasar dari serbuk kayu itu sendiri. Kayu merupakan bahan yang sebagian besar terdiri dari selulosa (40-50%), hemiselulosa (20-30%), lignin (20-30%), dan sejumlah kecil bahan-bahan anorganik dan ekstraktif. Karenanya kayu bersifat hidrofilik, kaku, serta dapat terdegradasi secara biologis. Sifat-sifat tersebut menyebabkan kayu kurang sesuai bila digabungkan dengan plastik, karena itu dalam pembuatan komposit kayu-plastik diperlukan bantuan coupling agent (Febrianto,1999).
Plastik Daur Ulang Sebagai Matriks

Di Indonesia, plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah. Pemanfaatan plastik daur ulang sebagai bahan konstruksi masih sangat jarang ditemui. Pada tahun 1980 an, di Inggris dan Italia plastik daur ulang telah digunakan untuk membuat tiang telepon sebagai pengganti tiang-tiang kayu atau besi. Di Swedia plastik daur ulang dimanfaatkan sebagai bata plastik untuk pembuatan bangunan bertingkat, karena ringan serta lebih kuat dibandingkan bata yang umum dipakai (YBP, 1986).

Pemanfaatan plastik daur ulang dalam bidang komposit kayu di Indonesia masih terbatas pada tahap penelitian. Ada dua strategi dalam pembuatan komposit kayu dengan memanfaatkan plastik, pertama plastik dijadikan sebagai binder sedangkan kayu sebagai komponen utama; kedua kayu dijadikan bahan pengisi/filler dan plastik sebagai matriksnya. Penelitian mengenai pemanfaatan plastik polipropilena daur ulang sebagai substitusi perekat termoset dalam pembuatan papan partikel telah dilakukan oleh Febrianto dkk (2001). Produk papan partikel yang dihasilkan memiliki stabilitas dimensi dan kekuatan mekanis yang tinggi dibandingkan dengan papan partikel konvensional. Penelitian plastik daur ulang sebagai matriks komposit kayu plastik dilakukan Setyawati (2003) dan Sulaeman (2003) dengan menggunakan plastik polipropilena daur ulang. Dalam pembuatan komposit kayu plastik daur ulang, beberapa polimer termoplastik dapat digunakan sebagai matriks, tetapi dibatasi oleh rendahnya temperatur permulaan dan pemanasan dekomposisi kayu (lebih kurang 200°C).

Proses Pembuatan

Pada dasarnya pembuatan komposit serbuk kayu plastik daur ulang tidak berbeda dengan komposit dengan matriks plastik murni. Komposit ini dapat dibuat melalui proses satu tahap, proses dua tahap, maupun proses kontinyu. Pada proses satu tahap, semua bahan baku dicampur terlebih dahulu secara manual kemudian dimasukkan ke dalam alat pengadon (kneader) dan diproses sampai menghasilkan produk komposit. Pada proses dua tahap bahan baku plastik dimodifikasi terlebih dahulu, kemudian bahan pengisi dicampur secara bersamaan di dalam kneader dan dibentuk menjadi komposit. Kombinasi dari tahap-tahap ini dikenal dengan proses kontinyu. Pada proses ini bahan baku dimasukkan secara bertahap dan berurutan di dalam kneader kemudian diproses sampai menjadi produk komposit (Han dan Shiraishi, 1990). Umumnya proses dua tahap menghasilkan produk yang lebih baik dari proses satu tahap, namun proses satu tahap memerlukan waktu yang lebih singkat.
Diagram proses dasar pembuatan produk disajikan pada gambar 1.


Penyiapan filler

Pada prinsipnya penyiapan filler ditujukan untuk mendapatkan serbuk kayu atau tepung kayu dengan ukuran dan kadar air yang seragam. Makin halus serbuk semakin besar kontak permukaan antara filler dengan matriknya, sehingga produk menjadi lebih homogen. Akan tetapi, bila ditinjau dari segi dekoratif, komposit dengan ukuran serbuk yang lebih besar akan menghasilkan penampakkan yang lebih baik karena sebaran serbuk kayunya memberikan nilai tersendiri.

Penyiapan Plastik Daur Ulang

Limbah plastik dikelompokkan sesuai dengan jenis plastiknya (polipropilena (PP),polietilena (PE), dan sebagainya). Setelah dibersihkan, limbah tersebut dicacah untuk memperkecil ukuran, selanjutnya dipanaskan sampai titik lelehnya, kemudian diproses hingga berbentuk pellet. Sebelum digunakan sebagai matriks komposit dilakukan analis termal diferensial (DTA). Pada proses dua tahap, pellet tersebut diblending terlebih dahulu dengan coupling agent sehingga berfungsi sebagai compatibilizer dalam pembuatan komposit.
Blending (Pengadonan)

Tahap-tahap dalam pengadonan ini disesuaikan dengan proses yang digunakan, satu tahap, dua tahap, atau kontinyu. Menurut Han (1990) kondisi pengadonan yang paling berpengaruh dalam pembuatan komposit adalah suhu, laju rotasi, dan waktu pengadonan.
Pembentukan komposit

Setelah proses pencampuran selesai, sampel langsung dikeluarkan untuk dibentuk menjadi lembaran dengan kempa panas. Pengempaan dilakukan selama 2,5 - 3 menit dengan tekanan sebesar 100 kgf/cm2 selama 30 detik pada suhu 170ºC - 190ºC. Setelah dilakukan pengempaan dingin pada tekanan yang sama selama 30 detik, lembaran kemudian didinginkan pada suhu kamar.
Pengujian Komposit

Pengujian komposit dilakukan untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk suatu penggunaan tertentu. Jenis pengujian disesuaikan dengan kebutuhan, umumnya meliputi pengujian fterhadap sifat fisis, mekanis, serta thermal komposit.

Komposit yang berkualitas tinggi hanya dapat dicapai bila serbuk kayu terdistribusi dengan baik di dalam matriks. Dalam kenyataannya, afinitas antara serbuk kayu dengan plastik sangat rendah karena kayu bersifat hidrofilik sedangkan plastik bersifat hidrofobik. Akibatnya komposit yang terbentuk memiliki sifat-sifat pengaliran dan moldability yang rendah dan pada gilirannya dapat menurunkan kekuatan bahan (Han, 1990).
Hasil-hasil Penelitian

Penelitian-penelitian yang telah dan sedang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan komposit kayu plastik dengan sifat-sifat yang terbaik. Han (1990), Stark & Berger (1997), dan Oksman & Clemons (1997), meneliti faktor- faktor yang berperan penting dalam pembuatan komposit serbuk kayu plastik, yaitu tipe dan bentuk bahan baku, jenis kayu, nisbah filler dengan matriks, jenis dan kadar compatibilizer, serta kondisi pada saat pengadonan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai batas tertentu terjadi peningkatan kekuatan komposit dengan makin kecil ukuran serbuk yang digunakan, demikian juga tipe, nisbah serbuk kayu dan plastik, kadar air serta jenis kayu berpengaruh nyata terhadap sifat-sifat komposit yang dihasilkan. Penambahan compatibilizer sampai batas tertentu berpengaruh baik terhadap kekuatan komposit.

Penelitian mengenai komposit kayu plastik sebagian besar masih menggunakan plastik murni sebagai matriks. Penelitian dengan menggunakan matriks daur ulang, dilakukan oleh Setyawati (2003), Sulaeman (2003) dengan menggunakan polipropilena daur ulang. Hasil- hasil penelitian dirangkum sebagai berikut :

Setyawati (2003) meneliti pengaruh ukuran nisbah serbuk kayu dengan matriks, serta kadar compatibilizer terhadap sifat fisis dan mekanis komposit kayu polipropilena daur ulang. Hasil penelitian menunjukkan pola yang sama dengan komposit yang menggunakan polipropilena murni, yaitu sifat–sifat komposit meningkat dengan makin halusnya ukuran partikel. Nisbah serbuk kayu dengan matriks sebesar 50:50 dengan penambahan MAH 2,5% sebagai compatibilizer disertai dengan penambahan inisiator menghasilkan kekuatan komposit yang optimal, disamping sifat-sifat fisis yang memadai.

Sulaeman (2003), meneliti deteriorasi komposit kayu plastik polipropilena daur ulang oleh cuaca dan rayap. Hasil penelitian menunjukkan komposit kayu plastik daur ulang dapat terdegradasi oleh cuaca, akan tetapi tahan terhadap serangan rayap.

Penelitian Yang Sedang/ Akan Dilakukan

Penelitian dan pengujian komposit kayu plastik sampai sejauh ini masih dalam bentuk lembaran tipis, sehingga pengujiannya masih mengacu pada pengujian plastik. Saat ini Sutrisno (komunikasi pribadi) sedang melakukan penelitian mengenai sifat-sifat komposit kayu plastik daur ulang dalam bentuk small clear specimen sehingga pengujian diarahkan kepada kemungkinan penggunaan komposit sebagai pengganti kayu.

Penelitian selanjutnya akan mengarah pada penentuan proses pembuatan papan komposit kayu plastik yang terbaik serta peningkatan mutu papan komposit melalui perlakuan pendahuluan pada filler, pemilihan modifier/compatibilizer, inisiator, penentuan variabel-variabel proses, maupun pemanfaatan bahan-bahan berlignoselulosa selain kayu (rencana penelitian).


PENUTUP

Pembuatan produk komposit serbuk kayu dan plastik daur ulang merupakan salah satu alternatif pemanfaatan limbah kayu dan plastik, dalam rangka meningkatkan efisiensi pemanfaatan kayu, mengurangi pembebanan lingkungan terhadap limbah plastik serta menghasilkan produk-produk inovatif sebagai bahan bangunan pengganti kayu. Pengembangan produk ini di masa datang diharapkan akan memberikan dampak positif, bukan hanya terbatas pada pengembangan industri dan penghematan devisa, tetapi juga memperbaiki kualitas lingkungan hidup.
DAFTAR PUSTAKA

[BPS] Badan Pusat Statistik. 1999. Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia : Impor. Jakarta

[DepHutBun] Departemen Kehutanan dan Perkebunan. 2000. Statistik Kehutanan Indonesia. Direktorat Jendral PHP. Jakarta

Febrianto F. 1999. Preparation And Properties Enhancement Of Moldable Wood – Biodegradable Polymer Composites. [Disertasi]. Kyoto: Kyoto University, Doctoral Dissertation.Division of Forestry and Bio-material Science. Faculty of Agriculture. Tidak dipublikasikan

Febrianto F, Y.S. Hadi, dan M. Karina. 2001. Teknologi produksi recycle komposit bemutu tinggi dari limbah kayu dan plastik : Sifat-sifat papan partikel pada berbagai nisbah campuran serbuk dan plastik polipropilene daur ulang dan ukuran serbuk. Laporan Akhir Hibah Bersaing IX/1. direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.

Han GS. 1990. Preparation and Physical Properties Of Moldable Wood Plastic Composites. [Disertasi]. Kyoto: Kyoto University. Departement Of Wood Science and Technology, Faculty of Agriculture.

Han GS, Shiraishi N. 1990. Composites of wood and polypropylen IV. Wood Research Sociaty at Tsubuka 36(11): 976-982.

Hartono ACK. 1998. Daur Ulang Limbah Plastik dalam Pancaroba : Diplomasi Ekonomi dan Pendidikan. Dana Mitra Lingkungan. Jakarta

Maloney TM. 1993. Modern Particleboard and Dry-Process Fiberboard Manufacturing. San Fransisco: Miller Freeman, Inc.

Meier JF. 1996. Fundamentals of plastics and elastomer. Di dalam: Handbook of Plastic, Elastomer and Composites. Ed ke-3. New York: McGraw-Hill Co.

Oksman K, Clemons C. 1997. Effect of elastomers and coupling agent on impact performance of wood flour-filled polypropilene. Di dalam: Fourth International Conference on Woodfiber-Plastic Composites. Madison, 12 –14 Mei 1997. Wisconsin: Forest Product Sociaty. hlm 144-155.

Pari G. 2002. Teknologi Alternatif Pemanfaatan Limbah Industri Pengolahan Kayu. Makalah M.K. Falsafah Sains. Program Pascasarjana IPB, Bogor.

Priyono SKS. 2001. Komitmen Berbagai Pihak dalam Menanggulangi Illegal Logging. Konggres Kehutanan Indonesia III. Jakarta

Purwanto D, Samet, Mahfuz, dan Sakiman. 1994. Pemanfaatan Limbah Industri Kayu lapis untuk Papan Partikel Buatan secara Laminasi. DIP Proyek Penelitian dan Pengembangan Industri. Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Departemen Perindustrian. Banjar Baru

Sasse HR, Lehmkamper O, Kwasny-Echterhagen R. 1995. Polymer granulates for masonry mortars and outdoor plaster. Di dalam: Ohama Y, editor. Disposal and Recycling of Organic and Polymeric Construction Materials. Proceeding of the International RILEM Workshop. Tokyo: 26-28 Maret 1995. Chapman & Hall. hlm 75-85.

Setyawati,D. 2003. Sifat Fisis dan Mekanis Komposit Serbuk Kayu Plastik Polipropilena Daur Ulang. [Thesis]. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor (tidak dipublikasikan)

Strak NM, Berger MJ. 1997. Effect of particle size on properties of wood-flour reinforced polypropylene composites. Di dalam: Fourth International Conference on Woodfiber-Plastic Composites. Madison, 12 –14 Mei 1997. Wisconsin: Forest Product Sociaty. hlm 134-143.

Sulaeman, R. 2003. Deteriorasi Komposit Serbuk Kayu Plastik Polipropilena Daur Ulang Oleh Cuaca Dan Rayap. [Thesis] Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor (tidak dipublikasikan)

Syahfitrie, C. 2001. Analisis Aspek Sosial Ekonomi Pemanfaatan Limbah Plastik. [Thesis] Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (tidak dipublikasikan)

[YBP] Yayasan Bina Pembangunan. 1986. Barometer Bisnis Plastik Indonesia. Jakarta

Youngquist JA. 1995. Unlikely partners? the marriage of wood and non wood materials. Forest Product Journal 45(10): 25-30.



sumber :  http://yusmanov.blogspot.com/2010/03/komposit-serbuk-kayu-plastik-daur-ulang.html

Alasan mengapa telur sangat baik untuk sarapan


Alasan mengapa telur sangat baik untuk sarapan - Telur merupakan bahan makanan yang sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Telur sebagai sumber protein mempunyai banyak keunggulan antara lain, kandungan asam amino paling lengkap dibandingkan bahan makanan lain seperti ikan, daging, ayam, tahu, tempe, dll. Telur mempunyai citarasa yang enak sehingga digemari oleh banyak orang. Telur juga berfungsi dalam aneka ragam pengolahan bahan makanan. Selain itu, telur termasuk bahan makanan sumber protein yang relatif murah dan mudah ditemukan. Hampir semua orang membutuhkan telur. 
Sarapan sehat sudah dipercaya sebagai salah satu metode wajib yang dijalani bagi mereka yang tengah menjalankan program diet. Pasalnya, bukan hanya menjaga performa tubuh, namun sarapan sehat juga secara tidak langsung mengontrol nafsu untuk tidak makan lebih banyak saat siang hari. Nah, berikut ini beberapa alasan mengapa telur sangat baik untuk sarapan sebagaimana yang saya kutip dari web mediaindonesia.com berikut;

Salah satu menu sehat tersebut adalah telur. Para pakar diet dan kesehatan menyarankan untuk sarapan telur jika Anda ingin tetap menjaga berat  badan tidak bertambah. Bukan tanpa alasan, telur dipercaya sebagai menu sarapan karena telur bisa membuat perut kenyang lebih lama. Para peneliti di Pennington Biomedical Research di Louisiana, Amerika Serikat menemukan mereka yang diberi sarapan telur memiliki level ghrelin (hormon yang menstimulir keinginan makan) yang secara signifikan lebih rendah setelah tiga jam sarapan. Selain itu, dari laporan peneliti mereka juga menemukan tingginya level hormon PYY3-36 yang memberi sinyal kenyang pada tubuh.

Bagi Dr Nikhil Dhurandhar, sang pemimpin penelitian, diet dengan protein berkualitas lebih tinggi bisa meningkatkan kekenyangan, mendorong rasa penuh yang lebih baik, dan menjadi cara ampuh dalam memangkas bobot tubuh. Tracy Parker, pakar diet kesehatan jantung di British Heart Foundation (BHF) mengatakan temuan ini bisa membantu orang yang mencoba menurunkan berat badan atau berhenti mengudap. Namun lanjutnya, harus diingat cara pemasakan yang lebih sehat. Sebaiknya telur direbus daripada digoreng. Serta hindari menambahkan mentega pada telur orak-arik. (mediaindonesia.com)
Nah, mulai sekarang jangan ragu dan bosan untuk sarapan dengan telur karena sangat baik bagi kesehatan kita dengan kandungan proteinnya yang tinggi, trims telah menyimak artikel mengenai alasan mengapa telur sangat baik untuk sarapan.

Perawatan Gigi Susu

Gigi susu yang sehat adalah awal dari pembentukan gigi permanen yang juga sehat. Untuk mendapatkan gigi susu yang sehat diperlukan perawatan gigi susu. Seperti apa perawatan gigi susu bagi anak-anak? Berikut ini uraiannya.
  • Mulailah perawatan sedini mungkin. Hal ini dimulai sejak keluarnya gigi susu, yaitu saat bayi berusia sekitar 6 bulanan. Pada saat itu, bayi mulai terangsang gigi susunya seiring dengan diberikannya makanan pendamping asi (MPASI). Perawatan yang bisa dilakukan saat baru ke luar gigi susu misalnya saja adalah menggosok gigi dengan sikat gigi yang halus. Penggunaan pasta gigi rendah fluoride bisa ditambahkan seiring bertambahnya usia anak. Pada tahap ini, dampingi selalu anak dalam menggunakan sikat gigi. Selain mengajarkan anak dalam menggosok gigi dengan benar, pendampingan juga bertujuan untuk alasan keamanan.
  • Pemberian air putih setelah pemberian MPASI atau makan juga bisa jadi salah satu perawatan gigi anak. Tujuannya yaitu membersihkan sisa-sisa makanan yang mungkin menempel di gigi anak yang berisiko menjadi sarang kuman dan membuat gigi rusak.
  • Hindari penggunaan minuman dengan botol yang dibawa hingga tidur. Hal ini bisa menjadi pemicu kerusakan gigi (susunan gigi yang jelek atau juga karies dan gigi berlubang). Pemberian minuman dengan botol sebaiknya ketika anak sedang bangun dan jangan sampai terbawa saat dia tidur.
  • Kontrol penggunaan minuman dalam sippy cup. Penggunaan minuman dalam sippy cup sebagai pengganti botol secara terus menerus juga berbahaya bagi gigi susu. Ya, para ahli gigi mengatakan bahwa minum dari sippy cup yang terus menerus bisa merusak bagian belakang gigi depan.
  • Kontrol penggunaan empeng. Penggunaan empeng memang berguna dalam mencegah sindrom kematian tiba-tiba pada bayi. Akan tetapi perlu diingat bahwa empeng adalah untuk bayi bukan untuk anak-anak yang sudah lebih besar. Penggunaan empeng yang terbawa hingga anak usianya lebih besar bisa merusak gigi, tepatnya susunan gigi. Baik gigi susu maupun gigi permanen. Selain itu, empeng juga mempengaruhi bentuk mulut.
  • Jaga selalu kesehatan serta kebersihan gigi dan mulut. Tak hanya orang dewasa, bayi dan anak-anak juga harus diperhatikan kesehatan serta kebersihan gigi dan mulutnya. Hal ini tentu saja supaya terhindar dari penyakit-penyakit gigi dan mulut serta penyakit-penyakit saluran pencernaan. Harus diingat bahwa kesehatan serta kebersihan gigi dan mulut memegang peranan penting.
  • Konsultasikan gigi anak-anak Anda secara rutin ke dokter gigi.

Mengapa Olahraga Penting Untuk Anda


Kita sudah sering mendengar bahwa olahraga itu sangat penting bagi kesehatan. Olahraga berupa aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur diklaim dapat mendukung pertumbuhan dari segi fisik, akal dan kejiwaan secara sehat, serta menambah kepercayaan diri sendiri. Lalu, sebenarnya mengapa olahraga penting untuk Anda?
Seperti kita tahu, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, seringkali penyakit-penyakit kronis berdatangan tanpa diundang. Penyakit-penyakit kronis tersebut bisa berupa diabetes, darah tinggi, kolesterol, penyakit jantungm kegemukan, dan lain-lain. Oleh karena itu, sebenarnya dibutuhkan penangkal yang dapat mencegah berdatangannya penyakit-penyakit kronis. Penangkal yang jitu berupa olahraga dan pola makan yang sehat. Sehingga, olahraga itu penting untuk Anda.
Olahraga itu penting bagi tubuh dan akal secara bersamaan. Olahraga dapat memperbaiki fungsi otak dan membantu sampainya oksigen ke bagian otak. Sehingga otak pun dapat menjalankan tugasnya dengan efektif. Orang yang melakukan olahraga secara teratur dapat memiliki ingatan yang kuat sehingga tercegah dari penyakit ketuaan. Hal ini karena latihan olahraga dapat memompa darah ke bagian otak.
Olahraga dapat membantu kita terhindar dari stress. Bahkan, olahraga dapat menyembuhkan sakit kepala sebelah (migran) karena olahraga dapat menstabilkan emosional kita, misalnya olahraga jalan kaki. Selain itu, semakin bertambahnya usia, misalnya usia 30 tahun, organ-organ dalam tubuh manusia mulai berkurang kualitasnya. Akan tetapi, olahraga yang dilakukan secara teratur dapat menjadikan jantung tetap sehat dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, olahraga juga dapat mengaktifkan produksi hormone GH yang biasanya mulai berkurang setelah manusia berusia 20 tahun.
Bagi para pekerja kantoran, sangat diperlukan olahraga yang teratur. Hal itu dikarenakan sering bekerja dalam jangka waktu yang lama. Hal itu mengakibatkan tukang punggung kelelahan karena bekerja. Sehingga diperlukan latihan khusus untuk tulang, punggung, dan pinggul. Latihan khusus tersebut dapat membantu melawan lelah dan rasa sakit. Selain itu juga dapat memperkuat otot-otot tulang punggung. Olahraga yang dilakukan secara teratur dapat memperkuat jantung sehingga terhindar dari penyakit jantung yang sering menimpa orang yang berusia lanjut. Dilihat dari hal tersebut, tentunya menjadi semakin jelas mengapa olahraga penting untuk Anda?